Adv 125 x 125

Bisnis Online Hosting Indonesia Mesin Penghasil Uang jasa pembuatan blog, hosting blog murah, jasa pembuatan radio streaming, cara membuat radio streaming murah

Sponsor

Adsense Indonesia U1251875

Langganan

Dapatkan Artikel Terbaru Dee Berbagi Masukkan Alamat Email Anda disini :

Top Komentator

YOUR BANNER

Tampilkan postingan dengan label sales. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sales. Tampilkan semua postingan

Mendapatkan Produk Untuk Dijual

Unknown | 17.01 | 1komentar

Bagaimana mendapatkan produk untuk dijual

Seringkali saya menemui mereka yang tak tahu akan menjual produk apa. Ketrampilan tidak punya, ilmu juga masih dangkal, modal juga minim. Nah, saya akan coba share sedikit bahwa sesungguhnya kita itu bisa lho berjualan produk apa saja yang kita mau. Yuuk mari kita bahas bagaimana mendapatkan produk untuk dijual walau tanpa modal dan tanpa keahlian tertentu hehehe...

Mau jual Apa?

Bagi pemula, saya lebih suka memulai dari diri sendiri. Kalau sudah mahir sih, gak perlu nanya mau jual apa karena apa saja bisa dijual. Pertanyaan Mau Jual Apa bagi seorang pemula biasanya jauh lebih sulit dari rumus2 trigonometri (atau sama sulitnya ya hehehe). Sebenarnya problem utamanya bukan pada apa yang mau dijual, tapi pada persyaratan yang secara tak sadar kita tentukan sendiri.
Misalnya ketika saya tanya, sampeyan punya apa? Jual aja semua, kita sudah jadi penjual. Gampang kan? Tapi kenapa dia nggak juga jualan. Biasanya karena ada persyaratan2 seperti ini:
  1. Barangnya harus keren
  2. Kualitas super premium
  3. Harga super murah tapi untung super gede.
  4. Gak butuh modal untuk kulakan
  5. Yang beli sudah antri
  6. Gak mau susah2 menjawab pertanyaan
  7. Gak mau tanggung jawab kalau ada rusaknya, makanya barang harus super duper sempurna
  8. … ini bisa jadi buku sendiri persyaratan barang2 yang mau dijual
Akibatnya dengan berderet persyaratan itu, jadilah bingung sendiri. Lha saya aja bingung kok, mana ada barang yang sesuai persyaratan2 itu hehehe...
Padahal kuncinya cuma satu. Sebuah penyakit yang harus kita buang:

M A L A S

Kalau MALAS ini sudah mampu kita atasi, maka mudah deh mau jual apa. Saran saya jual produk yang paling mudah kita akses. Contohnya, produk dari pengrajin dengan rumah, produk yang biasa kita beli untuk hobby kita, produk yang biasa kita lihat dlm kehidupan sehari-hari.

Kalau Gak Laku Gimana?

Simpel aja, kalau gak laku ya jual lagi sampai laku. Kalau gak laku2 ubah cara menjualnya lalu jual lagi. Gak laku juga, ubah lagi caranya lalu jual lagi. Ini bisa diterusin sampai malam lho.
Takut gak laku adalah penyakit orang malas. Biasanya pertanyaan ini disampaikan jauuuuh hari sebelum jualan dimulai bahkan sebelum tahu barang apa yang mau dijual. Takut gak laku ini punya banyak saudara lho, ini contohnya:
  1. takut ketahuan jualan
  2. takut rugi
  3. takut ditipu
  4. takut duit habis, barang habis tapi gak ada untung
  5. takut dimarahin ortu
  6. takut diejek temen
  7. takut dianggap miskin karena jualan
  8. takut dimarahi konsumen
  9. takut dikomplain
  10. takut dimintai temen traktir
Dan masih banyak lagi.

Kalau sudah dapat produk trus gimana?

Nah, setelah kita tahu mau jual apa dan tahu dimana membelinya maka tindakan pertama adalah menghubungi penjualnya. Tawarkan kerjasama. “Bos, saya ini seorang blogger. Saya tahu SEO. Sampeyan tahu ndak SEO itu? Itu kalau sampeyan seminar, harus bayar 5 juta!! Nah, mau ndak produknya sampeyan ini tampil nomor 1 di google dan GRATIS”
Nah, seperti itu membujuknya. Tawarkan manfaat dulu. Saya sering jumpa mereka yang melakukan penawaran tapi menonjolkan manfaat untuk dia doang. Lha manfaat buat saya apa sama sekali nggak dibahas.

Biasanya ada 2 kemungkinan. Kalau dia gak paham dia akan nanya, “Google itu opo toh dik?” Nah, jelasin aja, itu internet bos. Yang buka google itu seluruh dunia. Jadi kalau produk kita tampil nomor 1, maka orang dari seluruh dunia bisa tahu. Hehehe... Kurang bener sih penjelasannya, tapi gpp secara prinsip kan emang bener, orang dari mana aja bisa lihat web kita :)

Kalau sudah oke, dia biasanya akan tanya untungnya buat sampeyan apa? Katakan seperti ini:
“Terserah bos, mau kasih saya persenan atau kalau harganya sudah mepet modal, harganya tetap aja biar saya naikkan dikit untuk komisi saya”
Tentunya nanti dialognya nggak persis gitu. Jadi improvisasi lah.

Itu kalau Kita bisa menemui penjualnya. Kalau gak bisa gimana?

Gampang, bawa kamera lalu foto produk-produknya, tanya harganya dan jual dengan lebih tinggi di internet. Kalau ada yang beli, kita tinggal belikan saja kesitu dan kirim deh. Mudah kan?
Tapi sangat saya anjurkan untuk bisa menemui penjualnya. Banyak banget lho pebisnis UKM yang sebenarnya ingin sekali menjual produknya lewat internet. Tapi karena keterbatasan waktu dan ilmu webnya gak jadi2 atau udah pesen tapi gak bisa ngurus. Inilah kesempatan kita yang ngerti gimana bikin web dan SEO.

Tips Sukses Bisnis Online

Unknown | 16.53 | 0 komentar


Bisnis Online sama dengan Bisnis apapun juga. Ada banyak kiat untuk sukses di Bisnis Online, tapi yang paling saya pegang selalu adalah yang di bawah ini:

FOKUS

Anda sudah melakukan pilihan bisnis yang cocok di bab sebelumnya, saya juga sudah meminta anda mencatatnya di sebuah kertas dan tempel di tempat kerja. Kenapa? Agar anda fokus di satu bidang itu. Perkara bisnis-nya oke aja anda mau berubah-ubah. Misalnya gini, di awal-awal anda kejar pendapatan di PPC misalnya ikutan adsense, lalu ketika traffik udah tinggi anda coba jualan barang atau malah bikin produk sendiri. Itu tidak masalah asalkan anda fokus. Kalau di awal sudah milih jadi MASTER PERMEN KARET, jangan tiba-tiba banting setir jadi MASTER MAGICIAN.
Seringkali mereka yang masih pemula di bisnis ini gagal dalam kiat satu ini. Godaan demi godaan datang silih berganti, akibatnya semua dijalani tanpa ada arti. Yang payah, setelah semua dicoba dan gak mendapatkan hasil, yang disalahkan kemudian ebooknya, gurunya, mentornya. Lha.. padahal dia bikin salah sendiri kan?
Bayangkan bisnis online ini sebagai sebuah tambang emas. Bagaimana kalau ada orang sebut saja Panjul yang gak mau fokus. Baru menggali beberapa cm ada yang teriak di sebelah sana kalau dia menemuka emas. Akhirnya Panjul-pun berhenti menggali dan pindah ke tempat lain. Di tempat yang baru, Panjul baru saja menggali beberapa cm sudah ada yang teriak dari tempat lain lagi kalau sudah menemukan emas. Panjul-pun berhenti menggali dan pergi ke asal suara. Gitu terus hingga ketika semua orang mengatakan telah mendapatkan emas, Panjul tidak mendapatkan apa-apa. Lalu dengan lantang teriak TUH ORANG-ORANG PENIPU SEMUA.
Coba, siapa yang bego dalam kasus di atas? Benarkah mereka yang mendapatkan emas hanya teriak-teriak saja? Ataukah si Panjul yang memang gak mau menggali lebih dalam. Mudah tergoda, mudah menyerah.

BERANI

Dalam perjalanan anda berbisnis online, anda akan dihadapkan pada banyak rintangan. Kalau saya boleh bilang, gak ada kerugian yang terlalu besar di bisnis online. Misalnya salah riset aja sehingga anda beli domain yang salah, maka kerugiannya gak nyampe 100rb. Bayangkan kalau di bisnis offline, begitu anda salah milih lokasi, ratusan bahkan jutaan rupiah uang sewa atau beli stand lenyap gitu aja.
Banyak saya dapati mereka yang takut banget keluar uang untuk beli domain, padahal menggunakan blog gratisan hanya akan memperlambat proses dan memperbanyak pekerjaan.
Jadi, jika memang anda serius di bisnis online, siapkan dana juga dan harus berani. Rugi itu biasa dalam bisnis. Gak ada bisnis yang untung teruuuss.. naik teruuss... Semua ada pasang surutnya.
Selain berani terima resiko, sebagai pebisnis kita juga berani ambil sikap. Gak ada dalam kamus seorang pebisnis ngikut sana ngikut sini. Begitu menetapkan bisnis, dia akan jalani apapun resikonya. Gak ada tuh alasan-alasan macem-macem. Pasar rame, gak jalan alasannya banyak saingan. Pasar sepi tetep gak jalan alasannya gak ada pelanggan. Repot kan? So, kalau kebanyakan alasan, banyak protes, banyak mengeluh, mending tutup aja deh bisnisnya. Jadi tukang sapu aja di kantor. Udah jadi orang kantoran kan?

DEKETIN YANG PUNYA REJEKI

Ini nih senjata andalan saya. Kalau mau sukses, rejeki banyak ya dekatlah sama yang memberi rejeki. Buat DIA senang dengan aktifitas anda. Lakukan Dhuha dan Tahajud serta perbanyak mengingat-Nya. InsyaaLlah jika kita banyak mengingat Allah maka Allah-pun akan mengingat kita. Saya sudah mempraktekkan ini dan Alhamdulillah target penghasilan yang saya canangkan selalu berhasil saya raih. Allah Maha Kaya !!

3 Cara Seorang Enterpreneur Melihat Peluang Usaha Hanya dengan Modal “Air Putih”

Unknown | 16.40 | 0 komentar

Kali ini kita kedatangan seorang tamu penulis. Beliau ada mas Khoirul Anak pemilik dari copywriting-anas.com. Beliau telah mengirimkan artikel yang menurut saya sangat bagus dan layak disajikan di cafebisnis. Mari kita simak, dan insyaaLlah akan banyak manfaat yang bisa kita petik dari artikel ini:

3 Cara Seorang Enterpreneur Melihat Peluang Usaha Hanya dengan Modal “Air Putih”


Adalah mungkin melihat sebuah peluang bisnis dimana lebih banyak orang mengabaikannya (kecuali Anda).
Dapatkah Anda mengenali peluang itu?
Sebagai seorang internet marketer, ada satu resources yang kita miliki, Google!
Mengakses Google sekarang ini semudah Anda mengambil segelas air lalu meminumnya, tidak? Kecuali Anda hidup dibelantara hutan pedalaman yang super jauh dari jangkauan internet :)

Dan artikel ini tidak tengah mengajarkan Anda bagaimana cara menggunakan Google – Anda sudah sangat terlatih melakukan itu. Saya lebih tertarik memberikan Anda informasi yang unik yang bisa Anda terapkan...sekarang!
Sebagai manusia...dapatkan Anda bertahan hidup tanpa air? Dan sebagai seorang marketer, bisakah Anda melihat peluang dibalik mudahnya mengakses Google dan dibalik kebutuhan manusia yang tidak bisa bertahan hidup tanpa air?
Pertanyaan itulah yang menjadi alasan saya menulis artikel ini...

Manusia ga bisa bertahan hidup tanpa air tapi jika Anda menjual air...itu akan menjadi sangat kompetitif!

Produsen seperti Aqua, Pure It akan menjadi pesaing Anda! Belum lagi warung-warung dilingkungan Anda :)
Kecilkan market Anda dan jawab keinginan mereka (bukan kebutuhan)!
Air bisa menghilangkan haus! Market ini terlalu luas
Air bisa menyembuhkan penyakit! Anda tinggal satu langkah lagi...
Air bisa menghilangkan jerawat beserta bekas-bekasnya!
AHA! Market!
Siapa yang punya jerawat tapi ga ingin mengusirnya? Saya meragukannya, Anda?
Ada kebutuhan disini tapi keinginan adalah motivasi utama!
Dan belum banyak kan yang menjual spray berbahan air yang bisa mengurangi stress secara instan segera setelah disemprotkan, sekaligus air ini bisa menghilangkan jerawat?
Mungkin Anda beragumentasi...masak sih ada?!
Seperti saya bilang...Google!

Coba googling dan search tentang alkaline water, bahkan motivator dunia Anthony Robbins merekomendasikannya (Anda bisa browsing di Youtube tentang hal ini), Barack Obama, Bill Clinton dan sejumlah selebriti dunia mengkonsumsinya. Anda ga perlu berpikir bagaimana menjual air ke seluruh dunia, tapi mulailah dari tetangga Anda yang berjerawat dan jika Anda lebih intensif lagi Googling...sangat besar kemungkinan air itu tersedia di daerah Anda, Anda hanya tinggal menemukannya (mumpung belum banyak yang tahu hehe)!

Affiliate Marketing!

Affiliate marketing sangat potensial membantu kita menghasilkan uang dari internet. Tapi jika Anda sudah 10 menit yang lalu mengenal affiliate marketing, mendatangkan traffic bukan pekerjaan yang mudah! Mengapa ga promosi offline?
Buat sebuah 10 halaman report dengan link affiliate Anda di bawahnya, temui operator sejumlah tempat photo copy, bilang seperti ini, “Cetak sebanyak-banyaknya dan jual dengan untung seratus persen milik Anda”. Anda dapat pahala membantu operator photo copy dapat uang tambahan dan Anda dapat ruang promosi yang berjalan otomatis tanpa melibatkan Anda, tanpa perlu bayar sepeserpun! Smart move!
Google bisa membuat APAPUN jenis bisnis bersedia membayar jasa Anda hanya dengan Anda Googling (bukan SEO) – dan Anda bisa melakukannya via smartphone Anda, saya menyebutnya Infopreneur Specialist, saya akan jelaskan segera detailnya.

Infopreneur Specialist...

Anda pasti setuju...arah akhir seorang affiliate marketer adalah membuat sebuah produk, affiliate memang menguntungkan, tapi jika kita punya produk sendiri...lebih banyak affiliate yang akan bekerja pada kita dan boom! Sales! Sales! Sales!
Tapi membuat produk ga mudah dan jika Anda pemula...abaikan itu. Cara termudah adalah dengan menjual informasi pada sejumlah perusahaan, profesional.
Itulah yang saya maksud dengan infopreneur specialist!
Nyaris apapun jenis usaha memerlukan informasi tentang calon kustomer mereka, ini agar mereka bisa membuat sebuah produk/jasa yang tepat sasaran.
Mereka butuh informasi tentang prospek mereka!
Seorang copywriter profesional mendapatkan sebuah proyek menulis sales letter tentang produk kopi tribulus.
Dia perlu informasi apa manfaatnya, bukti-bukti research yang meyakinkan bahwa kandungan dalam produk tersebut efektif, headline yang sudah terbukti menghasilkan penjualan terbaik.

Bukan soal produk, tapi soal cara menjual

Unknown | 16.36 | 0 komentar

Ada 3 buah kaleng minuman dari pabrik yang sama, ukuran yang sama, gudang yang sama, dimasukkan dalam kardus yang sama dan diantarkan ke 3 tempat berbeda oleh orang yang sama.

Kaleng pertama diantarkan ke pedagang asongan di pinggir jalan, pedagang itu lalu menjajakan kaleng itu ke orang2 yang lalu lalang di jalanan. Dan alhamdulillah minuman itu terjual dengan harga Rp. 2.000,-
Kaleng kedua diantakan ke sebuah warung makan. Oleh pemilik warung kaleng itu dijajar rapi di meja makan. Jika ada yang membelinya, pemilik memberikan gelas berisi es batu dan pembeli tinggal menuangkan saja ke dalam gelas. Di sini minuman itu terjual dengan harga Rp. 3.000,-

Cara MenjualKaleng ketiga di bawa ke sebuah hotel. Dia diletakkan begitu saja di dalam gudang gelap. Jika ada yang beli, baru dikeluarkan. Dibuka kalengnya dan dituangkan dalam gelas kristal indah dan es batu yang terbuat dari air mineral. Sebuah sedotan cantik dan sepotong buah segar menghias di pinggir gelas. Seorang pelayan dengan pakaian rapi dan necis membawanya dalam nampan perak yang indah. Di sini, minuman itu terjual dengan harga Rp. 50.000,-
Rekan cbers yang penuh semangat, itulah harga sebuah produk. Kita sering bingung bagaimana menghargai sebuah produk. Kita sering dibuat keheranan bagaimana produk yang sama bisa terjual dengan harga yang berbeda. Bahkan anehnya produk yang harganya lebih mahal itu justru lebih laris daripada yang kita jual murah.
Bisnis itu bukan soal aku punya ini dan kamu harus bayar segini. Bisnis itu adalah bagaimana aku menjual ini dengan harga yang aku inginkan.
Sebuah sarung yang anda satukan dalam sebuah wadah, tertumpuk begitu saja dan pengunjung bebas mengobrak-abrik tatanannya harganya mungkin hanya 10-15ribu saja. Sedangkan jika dikemas dalam kemasan box yang rapi, harganya bisa naik menjadi 25 ribu. Sementara jika anda jual sarung dengan lipatan yang diatur sedemikian rupa sehingga mirip bunga lalu dimasukkan dalam box mica transparant dengan pita cantik, harganya bisa menembus 100 ribu.

Ada orang2 yang senang dagangannya laris manis, terjual banyak sehingga berani memberi harga sangat murah. Ada juga orang2 yang target penjualannya sedikit tapi untungnya besar.
100 x 10.000 atau 10 x 100.000
Keduanya menghasilkan 1 juta, tapi dengan tenaga yang mungkin berbeda. Saya tidak sedang menyalahkan salah satunya, tapi saya ingin menunjukkan bahwa menjual itu tidak ada kaitannya dengan produk. Menjual itu adalah seni bagaimana orang mau membeli produk kita dengan harga yang kita sukai :)
Jadi, berhentilah bertanya "Apakah produk ini laku?" tapi mulailah bertanya, "Bagaimana caranya biar produk ini laku"
Itu.. :)

Bagaimana Menemukan Pembeli Yang Tepat

Unknown | 16.33 | 0 komentar

Melanjutkan artikel kemarin yang berkesimpulan bahwa ternyata bukan soal apa produk yang dijual, tapi bagaimana kita menjualnya. Nah, pertanyaannya adalah bagaimana menemukan pembeli yang tepat sesuai harga dan produk yang kita miliki.
Saya adalah orang yang punya keyakinan tinggi, bahwa setiap produk itu ada pembelinya. Kita hanya perlu menemukannya saja. Kalaupun ada produk yang kemudian basi, rusak sebelum laku, bukan berarti produk itu tidak punya pembeli, tapi waktu yang dibutuhkan pembeli mendatangi produk itu kalah cepat dibandingkan dengan masa kadaluarsa produknya.
Buyer
Kenapa saya berkeyakinan seperti itu? Saya sudah melihat banyak sekali produk hadir silih berganti dan menurut saya, produk-produk itu gak akan laku di pasaran. Siapa juga yang mau beli produk gituan. Eh, ternyata perkiraan saya meleset, produk2 itu gak peduli betapa gak bergunanya ternyata ada juga yang beli.
Orang membeli suatu produk itu biasanya punya salah satu atau beberapa alasan sebagai berikut:
  1. Butuh
  2. Terpaksa
  3. Mumpung

Pembeli yang Butuh

Type pertama adalah pembeli yang butuh. Biasanya untuk produk2 sembako, produk yang berhubungan dengan sekolah, dll. Intinya produk2 yang memang dibutuhkan oleh manusia. Tapi juga ada produk2 yang dibutuhkan oleh kantor, misalnya alat tulis, kertas foto copy, dll.
Punya pembeli type ini, sebenarnya enak, karena dia akan beli..beli dan beli terus selama dia butuh. Tapi mendapatkannya juga lumayan menyita energi. Kita harus bikin dia nge-fans berat dengan kita. Beberapa trik yang sering dipakai oleh pedagang sayur misalnya adalah dengan sharing resep2.
Misalnya dia menawarkan ikan, "Mari bu, ikan bandengnya masih segar. Udah pernah bikin bandeng asam manis? Gampang lho, tinggal ngasih bumbu ini dan itu, jadi deh bandengnya. Ntar saya filled-kan deh biar ibu tinggal goreng dan kasih bumbu aja".
Ada juga pedagang sayur yang perhatian sama keluarga ibu2 langganannya. Misalnya ada yang anaknya sakit, besok pas datang langsung ditanyain kabarnya, gimana kabar anaknya bu, apa sudah baikkan? Kalau belum ada temen saya yang dulu anaknya sakit gitu, dikasih obat ini dan itu alhamdulillah sembuh lho. Mungkin bisa dicoba, dst...
Kalau beberapa minimarket menawarkan kartu membership. Sebenarnya bagus sih kartu ini jika sering2 ada bonus bagi pemilik kartu. Cuma akhir-akhir ini, fungsi kartu itu nyaris gak ada sama sekali. Bonus gak ada, diskon jg tidak bahkan sistem point aja mereka ogah. Dulu saya punya sebuah kartu minimarket, akhirnya ya saya buang aja wong gak ada gunanya juga.

Pembeli Terpaksa

Type kedua adalah pembeli terpaksa, menurut saya faktor luck-nya cukup besar sih. Walaupun sebenarnya bisa juga ada turut campur penjual dalam hal ini. Contohnya pedagang mainan di tempat2 wisata.
Ketika melihat anak-anak jalan sendiri, dia memanggilnya dan menyodorkan mainan. "Ini lho, ambil.." sambil memainkan mainan itu dengan asyiknya. Namanya anak-anak sudah pasti akan tertarik dan serunya ada 2 type anak ketika mendapatkan mainan. Pertama, mempertahankan, bahkan sampai nangis-nangis. Type kedua, mudah dibujuk sehingga mau mengembalikan.
Tapii... dalam situasi ramai begitu dengan lalu lalang orang yang banyak, biasanya gengsi orang tua lebih mahal daripada harga mainannya. Asal harganya wajar, kebanyakan pasti akan beli xixixi... Orang tua belum apa-apa akan membayangkan, waduh kalau mainan ini saya minta dan kembalikan pasti anak saya akan nangis dan malu-maluin punya anak merengek minta mainan gak dikasih. Akhirnya daripada ribut, tuh ortu beli deh mainannya.
Pembeli terpaksa lain adalah mereka yang terjebak di kemacetan. Macet berjam-jam di tempat yang tidak biasa, adalah sasaran empuk untuk menjual minuman atau makanan ringan. Sebenarnya kalau pedagang asongan mau berkoordinasi, pedagang makanan disuruh berangkat dulu menawarkan dagangan. Nah, kalau ada yang beli, baru pedagang minuman yang berangkat. Selain lebih rapi, peluang terbeli akan besar. Orang beli makan kan pasti butuh minum :)

Pembeli Mumpung

Big SaleIni type ketiga yaitu pembeli yang lapar mata. Mumpung ada diskon, mumpung harga banting, mumpung masih ada 2, mumpung murah, dan mumpung-mumpung yang lain. Untuk pembeli type ini biasanya terjadi di bisnis garmen, caranya adalah dengan menaikkan harga di saat sepi. Misal harga aslinya 100ribu, kita naikkan jadi 300rb. Tapi promosi masih seperti biasa. Dengan demikian orang akan mengenal produk kita sebagai produk yang mahal.
Nah, disaat musim pembeli ramai misalnya saat lebaran, kita malah berikan diskon sehingga seolah-olah produknya beneran diskon dan murah. Pembeli Mumpung pasti akan menyerbu. Mereka pikir, kapan lagi bisa dapat produk 300 ribu dengan harga cuma 150 ribu. Apalagi kalau ada ketentuan maksimal pembelian per pembeli, maka akan semakin menambah keyakinan bahwa produknya memang murah, buktinya gak boleh beli banyak-banyak. Pasti penjualnya rugi besar kalau diborong semua.
Yang terjadi, pembeli malah ngajak pembantunya, suaminya, anak-anak-nya untuk borong produk diskon 50% yang kita tawarkan. Mereka merasa berhasil mengelabuhi kita xixixi. Padahal, produk itu aslinya cuma berharga 100rb saja.
Nah, setelah tahu type2 pembeli, selanjutnya lebih mudah bukan bagaimana mengatur system dan cara penjualan kita sehingga produk yang kita jual mend

Menyebarkan Brosur dengan Efektif

Unknown | 16.24 | 0 komentar


Sebelum kita mengenal istilah free product, di Amerika ada seorang pengusaha peralatan memasak yang pergi dari satu rumah ke rumah yang lain menawarkan buku resep masakan gratis. Buku itu memuat aneka ragam resep masakan enak yang bisa dibuat di rumah. Dalam buku itu, dia hanya menyediakan 1 halaman berisi produk-produknya. Sisanya masakan semua. Namun, dia memilih masakan-masakan yang menggunakan peralatan masak yang dia sediakan. Alhasil dengan modal cetak buku, dia berhasil meraih untung besar dari penjualan peralatan memasaknya.
Hari ini kita menemui, buku resep memasak justru diberikan setelah pembelian. Artinya mereka tak pernah membayangkan bagaimana masakan yg dihasilkan dengan alat itu. Akhirnya produsen justru menyewa slot acara di televisi dan dilakukan berhari-hari hingga berbulan-bulan sebagaimana cara promosi di televisi biasa. Jelas, biaya yang dibutuhkan akan sangat besar.

Kita juga sering menemui penjual atau sales motor membagikan brosur di jalan yang ramai. Menurut saya ini sangat tidak efektif. Kenapa?
Saya sudah pernah coba membagi brosur, di dalam brosur itu ada voucher warnet gratis selama 1 jam. Tapi pasca penyebaran brosur, gak ada satupun orang yang datang ke warnet saya membawa brosur itu.
Hari berikutnya saya sebar brosur ke anak-anak sekolah. Dan saya pilih sepulang sekolah memberikan brosurnya. Tak hanya itu, karyawan saya suruh mengucapkan "gratis internetan 1 jam mbak/mas".
Dan dahsyat.. gak lama setelah brosur di bagikan warnet saya full dan semua bawa voucher itu. Tentu 1 jam gak cukup, sehingga masing2 siswa nambah 1 jam lagi karena minimal hitungannya adalah per jam hehehe..
Keramaian terus bergulir hingga hari-hari berikutnya. Setiap pulang sekolah, warnet kami selalu ramai dikunjungi siswa-siswi sekolah itu.
Membagi brosur juga ada seninya. Jangan membagi brosur pada orang yang punya tujuan. Contohnya di jalan. Karena orang berkendara itu pasti sudah punya tujuan hendak kemana dan pikirannya sudah memikirkan mau ngapain aja di sana. Jadi, brosur kita akan terbuang begitu saja.

Kalau jual motor sebaiknya dimana? Tentunya di pabrik-pabrik saat pulang kerja. Bagi yang naik angkot, mereka akan punya banyak waktu membaca brosur kita, apalagi dengan tambahan kata2 waktu membagikan. Jadi, jangan cuma bagi2 tanpa bicara apapun.
Hal yang sama juga saya lakukan di stand TokoOnline.com ketika Pesta Wirausaha 2013 di Jakarta kemarin. Tim kami membagikan brosur ke setiap orang yang lewat, tapi dengan ucapan "Mau toko online gratis pak/bu/mas/mbak?". Dan lebih dari 50% yang lewat berhenti, sekitar 30%-an berhenti karena penasaran dengan keramaian di depan stand kami. Dalam sehari kami mendapatkan pesanan lebih dari 20 toko padahal tiap toko harus beli domain di kami juga.

Ada lagi brosur yang dibuat cukup unik. Tapi karena sekarang sudah banyak, jadinya gak unik lagi hehe.. Yaitu brosur dengan gantungan benang wol. Brosur 2 sisi dimana salah satu sisinya berisi daftar nomor telp dan sisi lainnya berisi informasi produk. Ketika awal2 dulu, keluarga kami menyimpannya. Bahkan ada 1 brosur yang masih tersimpan sampai sekarang karena berisi informasi reparasi berbagai peralatan listrik.
Saya coba membayangkan, apakah ada yang memberikan magnet lemari es gratis berisi info produk dan nomor telp-nya untuk produk2 air galon atau gas elpiji? Atau sebuah gantungan kunci karet berisi gambar lucu dengan sedikit info toko mainan kita? bikin gantungan karet hanya 5rb-an saja kan?
Itu adalah bentuk2 brosur yang akan disimpan dengan rapi di rumah. Teknis penyebarannya bisa macam-macam. Misalnya mendatangi rumah calon pelanggan, menawarkan elpiji dengan layanan antar. Sebagai ucapan terima kasih, kita beri mereka magnet lemari es berisi info toko kita. Mengelap galon sebelum dikirim, juga bentuk servis yang akan membuat mereka betah menjadi langganan kita.


Live Currency

Recent Post

UPDATE INFO LOWONGAN KERJA 2013

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Inf0 Bagus - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger